MODEL
PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF
A. MODEL
PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Model
pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang mendorong guru untuk
menghubungkan antara materi yang diajarkan dan pengalaman didunia nyata siswa,lalu
mendorong siswa menghubungkan antara pengetahuan yang dimiliki dan penerapannya
dala kehidupan sehari-hari. Pembelajaran kotekstual adalah pembelajaran yang
dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan yang terkait dengan dunia nyata
keidupan siswa, sehingga akan terasa manfaat dari materi yang kan disajikan,
sehingga memunculkan motivasi belajar dan membuat pemikiran siswa menjadi
kongkret dan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Prinsip pembelajaran
kontekstual adalah aktivitas siswa, mereka melakukan lalu memahami, tidak hanya
menonton danmencatat dan mengembangkan kemampuan berfikir dan sosial siswa.
Ada
5 karakteristik penting dalam proses pembelajaran pendekatan kontekstual,
diantaranya 1. pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah
ada; 2. Pembelajaran untuk memperoleh dan menambah pengetahuan baru; 3.
Pemahaman pengetahuan; 4. Mempraktekkan pengetahuan dan pengalaman tersebut; 5.
Melakukan refleksi. Selain karakteristik, ada
ciri-ciri model pembelajaran kontekstual diantaranya pengalaman nyata,
kerja sama saling menunjang, belajar gembira dan bergairah, pembelajaran
terintegrasi, menggunakan berbagai sumber, siswa aktif dan kritis, menyenangkan
tidak membosankan, sharing dengan teman dan guru harus kreatif.
Langkah-langkah
pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut:
1. Mengembangkan
pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja
sendiri,menemukan sendiri, dan mengonstruksi sendiri pengetahuan dan
keterampilan baruya.
2. Mengembangkan sifat ingin tahu siswa dengan
bertanya
3. Menciptakan
masyarakat belajar
4. Menghadirkanmodel
sebagai contoh belajar
5. Melakukan
refleksi diakhir pertemuan
6. Melakukan
penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara.
B. MODEL
PEMBELAJARAN KOLABORATIF
pembelajaran kolaborasi (Colaboration
Learning) merupakan model pebelajaran yang
menerapkan paradigma baru dalam teori-teori belajar (Yufiarti 2003). Pendekatan
ini dapat digambarkan sebagai suatu moel pembelajaran dengan menumbuhkan para
siswa untuk bekerja sama dalam kelompok-kelompok kecil untu mencapai tujuan
yang sama. pendekatan kolaborasi bertujuan
agar siswa dapat membangun pengetahuannya melalui dialog, saling membagi
informasi sesame siswa dan guru sehingga siswa dapat meningkatkan kemampuan
mental pada tingkat tinggi. Model ini digunakan pada setiap mata pelajaran
terutama yang mungkin berkembang sharing of information di antara siswa.
Belajar
kolaborasi digambarkan sebagai suatu model pengajaran yang mana para siswa
bekerja sama dalam kelompok – kelompok kecil untuk mencapai tujuan yang sama.
Hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan belajar kolaboratif, para siswa
bekerja sama menyelesaikan masalah yang sama, dan bukan secara individual
menyelesaikan bagian-bagian yang terpisah dari masalah tersebut. Dengan
demikian, selama berkolaborasi para siswa bekerja sama membangun pemahaman dan
konsep yang sama menyelesaikan setiap bagian dari masalah atau tugas tersebut.
Pendekatan kolaboratif dipandang sebagai proses membangun dan mempertahankan
konsepsi yang sama tentang suatu masalah. Dari sudut pandang ini, model belajar kolaboratif menjadi
efisien karena para anggota kelompok belajar dituntut untuk berfikir secara
interaktif. Para ahli berpendapat bahwa berfikir secara interaktif. Para ahli
berpendapaat bahwa berfikir bukanlah sekedar memanipulasi objek-objek mental,
melainkan juga interaksi dengan orang lain dan dengan lingkungan. Dalam kelas
yang menerapkan model kolaboratif, guru membagi otoritas dengan siswa dalam
berbagai cara khusus guru mendorong siswa untuk menggunakan pengetahuan mereka,
menghormati rekan kerjanya dan memfokuskan diri pada pemahaman tingkat tinggi.
Menurut Johnsons (1974), sekurang-kurangnya
terdapat lima unsur dasar agar dalam suatu kelompok terjadi pembelajaran
kooperatif/ kolaboratif, yaitu:
- Saling ketergantungan
positif. Dalam pembelajaran ini setiap siswa harus
merasa bahwa ia bergantung secara positif dan terikat dengan antarsesama
anggota kelompoknya dengan tanggung jawab: (1) menguasai bahan pelajaran;
dan (2) memastikan bahwa semua anggota kelompoknya pun menguasainya.
Mereka merasa tidak akan sukses bila siswa lain juga tidak sukses.
- Interaksi langsung
antarsiswa. Hasil belajar yang terbaik dapat diperoleh
dengan adanya komunikasi verbal antarsiswa yang didukung oleh saling
ketergantungan positif. Siswa harus saling berhadapan dan saling membantu
dalam pencapaian tujuan belajar.
- Pertanggungajawaban
individu. Agar dalam suatu kelompok siswa dapat
menyumbang, mendukung dan membantu satu sama lain, setiap siswa dituntut
harus menguasai materi yang dijadikan pokok bahasan. Dengan demikian
setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk mempelajari pokok bahasan
dan bertanggung jawab pula terhadap hasil belajar kelompok.
- Keterampilan
berkolaborasi. Keterampilan sosial siswa sangat penting dalam
pembelajaran. Siswa dituntut mempunyai keterampilan berkolaborasi,
sehingga dalam kelompok tercipta interaksi yang dinamis untuk saling belajar
dan membelajarkan sebagai bagian dari proses belajar kolaboratif.
- Keefektifan proses
kelompok. Siswa memproses keefektifan kelompok belajarnya
dengan cara menjelaskan tindakan mana yang dapat menyumbang belajar dan
mana yang tidak serta membuat keputusan-keputusan tindakan yang dapat
dilanjutkan atau yang perlu diubah.
Jadi dapat
disimpulkan bahwa model pembelajran kontekstual adalah model pembelajaran yang
mengaitkan bahan ajar dengan kehidupan nyata peserta didik, sedangkan model
pembelajaran kolaboratif adalah model yang menitik beratkan pada kerjasama
peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Penulis sendiri
masih kurang mengetahui “apakah jenis-jenis model pembelajaran collaborative
sama saja dengan cooperatif?” karena seperti yg kita tahu bahwa
collaborative menekankan pada proses sedangkan kooperatif pada hasilnya. Mungkin
ada pembaca yang mengetahui mengenai halini bisa saling berdiskusi di komentar.
menurut pendapat saya, Istilah collaborative dan cooperative learning digunakan sebagai suatu strategi dalam pembelajaran yang memiliki arti yang hampir sama. namun terdapat perbedaan dan persamaan kedua strategi ini, perbedaannya dalam pembelajaran kooperatif instruktur adalah pusat otoritas di kelas, dengan tugas-tugas kelompok biasanya close-ended question dan memiliki jawaban yang spesifik. Sebaliknya, dengan pembelajaran kolaboratif instruktur membebaskan otoritasnya dan memberdayakan kelompok-kelompok kecil yang sering diberikan tugas lebih terbuka, dan kompleks. Kedua konsep pembelajaran ini juga memiliki persamaan yakni:
BalasHapus1· Menekankan pentingnya pembelajaran aktif
2. Peran guru sebagai fasilitator
3. Pembelajaran adalah pengalaman bersama antara siswa dan guru
4. Meningkatkan ketrampilan kognitif tingkat tinggi
5. Lebih banyak menekankan tanggungjawab siswa dalam proses belajarnya
6. Melibatkan situasi yang memungkinkan siswa dapat mengemukaan idenya dalam
kelompok kecil
7. Membantu siswa dalam mengembangkan ketrampilan sosial dan membangun ilmu
Terimakasih sharing nya, namun saya masih bingung dengen macam2 model nya, seperti pada kooperative ada model STAD, apakah model2 ini sama saja dengan kolaborative?
BalasHapusAssalamualaikum, terimakasih ulasannya
BalasHapusmenurut saya tidak sama, karna jenis-jenis model kooperatif berbeda dengan jenis-jenis model kolaboratif karna setiap jenis model sudah terbagi bagi dan sintak/langkahnya pun berbeda-beda untuk setiap model pembelajaran.
Terimakasih pendapatnya, sebagai bahan untuk mencari lebih dalam mengenai kedua model tersebut 😊
Hapusterimakasih atas ulasannya tentang model pembelajaran kolaboratif dan kontekstual, disini saya ingin menanyakan Dalam penerapan kurikulum K13 Model manakah yang lebih baik diterapkan? terimakasih ^-^
BalasHapusSama-sama...
HapusMenurut saya kedua model diatas baik unruk diterapkan. Mengapa? Karena semua model itu baik selama model itu dilakukan dengan benar,terstruktur dengan guru yg mempunyai kompetensi pada model tersebut. Namun jika harus memilih satu, maka saya akan melihat dulu materi apa yg akan diajarkan,sarana prasarana,permasalahannya apa, lalu disesuaikan dengan model pembelajarannya.terimakasih😊
Assalamualaikum wr,wb
BalasHapusMenurut blog yang sudah saya baca. Kolaboratif dan cooperative bisa diartikan kerja sama.kolaboratif menunjuk filsafat interaksi dan gayq hidup personal
Cooperative lebih menggambarkan sebuah struktur untuk mempasilitasi pencapaian suatu hasil atau tujuan tertentu..
Saya setuju dengan yang di katakan saudari ranti bahwa
Kolaboratif menekan kan pada proses dan cooperative pada hasil.
Terima kasih
Terimakasih pendapatnya 😊😊
HapusWikipedia (2013) merumuskan Pembelajaran Kolaboratif (Collaborative Learning) sebagai situasi dimana terdapat dua atau lebih orang belajar secara bersama-sama, dengan memanfaatkan sumber daya dan keterampilan satu sama lain (meminta informasi satu sama lain, mengevaluasi ide-ide satu sama lain, memantau pekerjaan satu sama lain, dll.). Sementara, pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses pembelajaran yang didesain untuk membantu siswa agar dapat berinteraksi dan bekerjasama secara kolektif, melalui tugas-tugas terstruktur guna mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran kooperatif dikembangkan ke dalam berbagai teknik, seperti: Think Pair Share, Jigsaw, STAD, TGT dan sebagainya.
BalasHapussesuai dengan wikipedia diatas dapat dimaknai, kolaboratif bertitik berat pada proses, dan kerjasamanya, sementara kooperatif bertitik pada hasilnya.
Salam
Agung Laksono
Menurut saya pembelajaran kolaboratif lebih daripada sekadar kooperatif. Jika pembelajaran kooperatif merupakan teknik untuk mencapai hasil tertentu secara lebih cepat, lebih baik, setiap orang mengerjakan bagian yang lebih sedikit dibandingkan jika semua dikerjakannya sendiri, maka pembelajaran kolaboratif mencakup keseluruhan proses pembelajaran, siswa saling mengajar sesamanya. Bahkan bukan tidak mungkin, ada kalanya siswa mengajar gurunya juga. terima kasih saudari Ranti untuk uraiannya ,sangat bermanfaat
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusModel pembelajaran kolaboratif menekankan pada proses interaksi dan gaya antar individu siswa, sedangkan model pembelajaran Cooperative lebih menggambarkan sebuah struktur untuk pencapaian suatu hasil atau tujuan tertentu.
BalasHapusMenurut saya pembelajaran cooperative itu sendiri adalah jenis dari model pembelajaran collaboration yang mana kita ketahui begitu banyak jenis dari model pembelajaran collaboration diantara nya adalah Cooperative Learning Stuctures (CLS)
BalasHapusDalam pembelajaran ini setiap kelompok dibentuk dengan anggota dua siswa (berpasangan). Seorang siswa bertindak sebagai tutor dan yang lain menjadi tutee. Tutor mengajukan pertanyaan yang harus dijawab oleh tutee. Bila jawaban tutee benar, ia memperoleh poin atau skor yang telah ditetapkan terlebih dulu. Dalam selang waktu yang juga telah ditetapkan sebelumnya, kedua siswa yang saling berpasangan itu berganti peran dan Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)
Model pembelajaran ini mirip dengan Team Accelerated Instruction. Sesuai namanya, model pembelajaran ini menekankan pembelajaran membaca, menulis dan tata bahasa. Dalam pembelajaran ini, para siswa saling menilai kemampuan membaca, menulis, dan tata bahasa, baik secara tertulis maupun lisan di dalam kelompoknya.
Menurut pendapat saya, Model Kolaboratif menekankan kemandirian siswa dalam proses belajarnya, Secara umum seorang guru hanya mengamati. Sementara Model Kooperatif, dalam proses pembelajaranya masih ada intervensi dari guru kepada siswa agar tetap sesuai dengan arahan guru. Dalam Model Kooperatif siswa juga masih sering berinteraksi dengan guru.
BalasHapusBu tanti untuk model pembelajaran kolaboratif dan kontekstual pada k13 dapat kita analogikan pada model pembelajaran PjBL dan PBL, yg mana tujuan awal dari kedua model ini sudah berbeda, tapi keduanya sama2 telah menggunakan pendekatan saintifik
BalasHapussonia margereta.
HapusRanti,menurut saya sama saja, tipe modelnya sama, hanya saja penerapannya yg berbeda. Terimakasih
BalasHapus