Langsung ke konten utama
KONSEP MODEL PEMBELAJARAN DAN EVALUASI PEMBELAJARAN

a.    MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur sistematik dalam pengorganisasian kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan kata lain, model pembelajaran adalah rancangan kegiatan belajar agar pelaksanaan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik, menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan urutan yang logis.
Istilah model pembelajaran sering dimaknai sama dengan pendekatan pembelajaran. Bahkan kadang suatu model pembelajaran diberi nama sama  dengan nama pendekatan pembelajaran. Sebenarnya model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas daripada makna pendekatan, strategi, metode, dan teknik. Berikut pengertian dari pendekatan, strategi, metode, teknik dan taktik pembelajaran.

b.    PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Menurut Depdikbud (1990: 180) pendekatan dapat diartikan, “sebagai proses, perbuatan, atau cara untuk mendekati sesuatu”. Menurut  pendapat Wahjoedi (1999 121) bahwa, “pendekatan pembelajaran adalah cara mengelola kegiatan belajar dan perilaku siswa agar ia dapat aktif melakukan tugas belajar sehingga dapat memperoleh hasil belajar secara optimal”.
Dari beberapa pengertian diatas pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. 
Secara umum pendekatan pembelajaran terbagi atas tiga pemusatan
1.      Berpusat pada guru
Hal ini terjadi apabila prasarat skill yang harus dilakukan pada proses pembelajaran tidak dimiliki oleh siswa, jadi harus dilakukan oleh guru. Dalam permasalahan seperti ini guru diharapkan memiliki kompetensi yang baik saat proses belajar mengajar.
2.      Berpusat pada siswa
Hal ini terjadi apabila sumber belajar sudah tak terbatas lagi. Dalam hal ini bisa saja siswa lebih menguasai suatu materi dibandingkan gurunya, karena mempunyai lebih banyak sumber belajar. Misalnya dalam penggunaan internet, komputer, dan smartphone.
3.      Berpusat pada guru dan siswa
Halini terjadi apabila siswa sudah memiliki skill dan konsep materi pembelajaran, namun membutuhkan bimbingan guru dalam mengarahkan atau menjelaskan pokok-pokok pembahasannya.

c.    STRATEGI PEMBELAJARAN
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien, atau dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan yang termasuk juga penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya dalam pembelajaran.
Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.

d.   METODE PEMBELAJARAN
Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya:
(1) ceramah
(2) demonstrasi
(3) diskusi
(4) simulasi
(5) laboratorium
(6) pengalaman lapangan; dan sebagainya.

e.    TEKNIK DAN TAKTIK PEMBELAJARAN
Teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik.  taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Minsalnya teknik pembelajaran yang dilakukan guru dalam kelas yang mempunyai banyak siswa adalah dengan metode ceramah, namun apabila ada beberapa orang guru yang menggunakan metode ceramah, belum tentu taktiknya sama. Bisa saja guru pertama diselingi dengan vidio, guru kedua sangat serius, dan sebagainya.

Dari hasil pemaparan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara model pembelajaran, pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran, tehnik dan metode pembelajaran. Walaupun perbedaan itu tidak begitu tegas, karena semua istilah merupakan satu kesatuan yang saling menunjang, untuk melaksanakan proses pembelajaran. Jadi model pembelajaran  adalah  pembungkus proses pembelajaran yang didalamnya ada pendekatan, strategi, metode dan tehnik dan taktik. Dimana pendekatan dan strategi termasuk dalam model konseptual sedangkan metode, teknik dan taktik termasuk dalam model empirikal.
Dalam hal ini penulis juga masih mempertanyakan beberapa hal mengenai konsep model pembelajaran, salah satunya “Apakah dalam satu materi pelajaran kita dapat menggunakan lebih dari satu model pembelajaran?” mungkin ada dari teman-teman pembaca yang lebih mengetahui dan mengerti bisa saling diskusi dikomentar. Terimakasih...

Komentar

  1. Menurut saya dalam satu pembelajaran hanya dapat menggunakan satu model pembelajaran saja, karena setiap model pembelajaran itu memiliki langkah-langkah yang berbeda dalam proses penerapannya dalam suatu pembelajaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih infonya, sangat bermanfaat untuk jadi bahan mengetahui lebih spesifik tentang pengunaan model. kebetulan saya pernah melihat beberapa rpp yang model besarnya berbeda dengan model yang tercantum. bisa jadi memang menggunakan dua model berbeda atau hanya salah dalam penulisan..

      Hapus
  2. Menurut pendapat saya boleh lebih dari satu model pembelajaran Diterapkan dalam satu materi pembelajaran karena dalam praktek, kita (guru) harus ingat bahwa gaya belajar siswa itu berbeda beda tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. Oleh karena itu, kita harus memilih beberapa model pembelajaran yang tepat untuk diterapkan dengan memperhatikan kondisi siswa, sifat materi bahan ajar, fasilitas-media yang tersedia, dan kondisi guru itu sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih infonya, sangat bermanfaat untuk jadi bahan mengetahui lebih spesifik tentang penggunaan model. kebetulan saya pernah melihat beberapa rpp yang menggunakan lebih dari 1 model pembelajaran. bisa jadi memang menggunakan dua model berbeda atau hanya salah dalam penulisan..

      Hapus
  3. Terima kasih atas ulasannya yg menarik.
    Menurut saya,dalam satu KBM hanya boleh menggunakan satu model pembelajaran saja. Tetapi dalam satu model pembelajaran boleh menggabungkan beberapa pendekatan,tekhnik,metode dan strategi pembelajaran.
    Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih informasinya,sangat bermanfaat untuk diperdalam lg ilmu tntang model pembelajaran.. Karena seperti komentar diatas,kadang saya masih bingung dengan beberapa RPP yg judul ny menggunakan model webbed, tp didalamnya terlampir model cooperativ..

      Hapus
  4. Terima kasih, artikelnya sangat menarik..
    Sejauh ini kita biasa menggunakan satu RPP untuk satu pokok bahasan. Dalam satu RPP lazimnya menggunakan satu jenis model pembelajaran. Meskipun tidak ada larangan menggunakan lebih dari satu model pembelajaran, tentu lebih efektif apabila seorang guru lebih terfokus pada strategi dan metode pembelajaran yang akan digunakan.

    BalasHapus
  5. Boleh digunakan cuma kurang efisien aja dan waktu yg dibutuhkan juga tidak memadai dan juga terjadi kesulitan dalam membuat prosedur langkah langkah kegiatannya.

    BalasHapus
  6. Assalamulaikum wr wb
    Menurut saya Berpusat pada guru, Berpusat pada siswa saja tidak lebih baik juga lah ckup juga hrus ada berpusat atau melibat kan lingkungan masyarakat Orang tua dan sbgai nya.karena mereka juga sangat berperan dlm melatih peserta didik.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SISTEM PENILAIAN PROSES PEMBELAJARAN SAINS Penilaian adalah bagian yang sangat penting dalam proses evaluasi. Penilaian hasil belajar pserta didik yang dilakukan oleh guru selain untuk memantau proses kemajuan dan perkembangan hasil belajar peserta didik sesuai dengan potensi yang dimiliki, juga sekaligus umpan balik kepada guru gara dapat menyempurnakan perencanaan dan proses program pembelajaran. Penilaian didefinisikan sebagai proses pengumpulan informasi tentang kinerja siswa, untuk digunakan sebagai dasar dalam membuat keputusan (Weeden, Winter, dan Broadfoot: 2002; Bott: 1996; Nitko: 1996; Mardapi: 2004). Penilaian merupakan komponen yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dapat ditempuh melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan kualitas sistem penilaiannya. Menurut Mardapi, (2004), penilaian dan pembelajaran adalah dua kegiatan yang saling mendukung, upaya peningkatan kualitas pembelajaran dapat dilakukan melalui ...
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN KHAS SAINS Pembelajaran suatu kegiatan yang dirancang oleh guru agar siswa melakukan kegiatan belajar, untuk mencapai tujuan atau kompetensi yang diharapkan . dalam merancang kegiatan pembelajaran ini, seorang guru semestinya memahami karakteristik siswa, tujuan pembelajaran, yang ingin dicapai atau kompetensi yang harus dikuasai siswa, materi ajar yang akan disajikan, dan cara yang digunakan terus mengemas penyajian materi serta penggunaan bentuk dan jenis penilaian yang akan dipilih untuk melakukan pengukuran terhadap ketercapaian tujuan pembelajaran atau kompetensi yang telah dimiliki siswa.             Berkaitan dengan cara atau metode apa yang akan dipilih dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran , seorang guru harus terlebih dahulu memahami berbagai pendakatan, strategi, dan model pembelajaran. Pemahaman tentang hal ini akan memberikan tuntutan kepada guru untuk dapat memilah , memilih, dan...