Langsung ke konten utama

SISTEM PENILAIAN PROSES PEMBELAJARAN SAINS
Penilaian adalah bagian yang sangat penting dalam proses evaluasi. Penilaian hasil belajar pserta didik yang dilakukan oleh guru selain untuk memantau proses kemajuan dan perkembangan hasil belajar peserta didik sesuai dengan potensi yang dimiliki, juga sekaligus umpan balik kepada guru gara dapat menyempurnakan perencanaan dan proses program pembelajaran.
Penilaian didefinisikan sebagai proses pengumpulan informasi tentang kinerja siswa, untuk digunakan sebagai dasar dalam membuat keputusan (Weeden, Winter, dan Broadfoot: 2002; Bott: 1996; Nitko: 1996; Mardapi: 2004). Penilaian merupakan komponen yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dapat ditempuh melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan kualitas sistem penilaiannya.
Menurut Mardapi, (2004), penilaian dan pembelajaran adalah dua kegiatan yang saling mendukung, upaya peningkatan kualitas pembelajaran dapat dilakukan melalui upaya perbaikan sistem penilaian.

PENILAIAN PROSES
Tujuan dan Penilaian Proses Belajar:
1)      Mendeskripsikan Kemampuan Belajar Siswa
2)      Mengetahui Tingkat Keberhasilan Proses Pembelajaran
3)      Menentukan Tindak Lanjut Hasil Penilaian
4)      Memberikan Pertanggungjawaban (Accountability)

Penilaian terhadap proses belajar-mengajar bertujuan agak berbeda dengan tujuan penilaian hasil belajar. Apabila penilaian hasil belajar lebih ditekankan pada derajat penguasaan tujuan pengajaran (instruksional) oleh para siswa, maka tujuan penilaian proses belajar-mengajar lebih ditekankan pada perbaikan dan pengoptimalan kegiatan belajar-mengajar itu sendiri, terutama efesiensi keefektifan-produktifitasnya. Beberapa diantaranya adalah :
a.      Efesiensi dan keefektifan pencapaian tujuan instruksional.
b.      Keefektifan dan relefansi bahan pengajaran.
c.      Produktifitas kegiatan belajar-mengajar.
d.      Keefektifan sumber dan sarana pengajaran.
e.      Keefektifan penilaian hasil dan proses belajar.

Sejalan dengan tujuan tersebut, dimensi penilaian proses belajar mengajar berkenan dengan komponen-komponen yang membentuk proses belajar-mengajar dan keterkaitan atau hubungan diantara komponen-komponen tersebut. Komponen pengajaran sebagai dimensi penilaian proses belajar-mengajar setidak tidaknya mencakup :
a.      Tujuan pengajaran atau instruksional.
b.      Bahan pengajaran.
c.      Kondisi siswa dan kegiatan belajarnya.
d.      Kondisi guru dan kegiatan belajarnya.
e.      Alat dan sumber belajar yang digunakan.
f.      Tekhnik dan cara pelaksanaan penilaianya.

Setelah menentukan dimensi-dimensi penilaian proses, tahap berikutnya adalah menentukan kriteria, patokan, atau ukuran dalam penilaian proses belajar mengajar. Kriteria ini penting sebagai tolok ukur keberhasilan proses belajar-mengajar. Beberapa kriteria yang bisa digunakan dalam menilai proses belajar mengajar antara lain adalah sebagai berikut :
1)            Konsistensi kegiatan belajar mengajar dengan kurikulum
Kurikulum adalah program belajar mengajar yang telah ditentukan sebagai acuan apa yang seharusnya dilaksanakan. Keberhasilan proses belajar mengajar dilihat sejauh mana acuan tersebut dilaksanakan secara nyata dalam bentuk dan aspek-aspek :
a.      Tujuan-tujuan pengajaran
b.      Bahan pengajaran yang diberikan
c.      Jenis kegiatan yang dilaksanakan
d.      Cara melaksanakan setiap jenis kegiatan
e.      Peralatan yang digunakan untuk masing-masing kegiatan
f.       Penilaian yang digunakan untuk setiap tujuan.
2)    Keterlaksanaanya oleh guru
Dalam hal ini adalah sejauh mana kegiatan dan program yang telah direncanakan dapat dilaksanakan oleh guru tanpa mengalami hambatan dan kesulitan yang berarti. Dengan demikian, apa yang direncanakan dapat diwujudkan sebagaimana harusnya. Keterlaksanaan ini dapat dilihat dalam hal
a.      Mengkondisikan kegiatan belajar siswa
b.      Menyiapkan alat, sumber, dan perlengkapan belajar
c.      Waktu yang disediakan untuk kegiatan belajar mengajar
d.      Memberikan bantuan dan bimbingan belajar kepada siswa
e.      Melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar siswa
f.    Menggeneralisasikan hasil belajar-mengajar saat itu dan tindak lanjut untuk kegiatan belajar mengajar berikutnya.
3)  Keterlaksanaanya oleh siswa
Dalam hal ini dinilai sejauh mana siswa melakukan kegiatan belajar sesuai dengan program yang telah ditentukan guru tanpa mengalami hambatan dan kesulitan yang berarti. Keterlaksanaan oleh siswa dapat dilihat dalam hal :
a.      Memahami dan mengikuti petunjuk yang diberikan guru
b.      Semua siswa turut serta dalam kegiatan belajar
c.      Tugas-tugas belajar dapat diselesaikan sebagaimana mestinya
d.      Memanfaatkan semua sumber belajar yang disediakan oleh guru
e.      Menguasai tujuan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan guru
4)  Motivasi belajar siswa
Keberhasilan proses belajar-mengajar dapat dilihat dalam motivasi belajar yang ditujukan para siswa pada saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar dalam hal :
a.      Minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran,
b.      Semangat siswa untuk melakukan tugas-tugas belajarnya,
c.      Tanggung jawab siswa dalam mengerjakan tugas-tugas belajarnya,
d.      Reaksi yang ditunjukan siswa terhadap perintah yang diberikan guru,
e.      Rasa senang dan puas dalam mengerjakan tugas yang diberikan.
5)  Keaktifan para siswa dalam kegiatan belajar
Penilaian proses belajar mengajar terutama adalah melihat sejauh mana keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar , keaktifan siswa dapat dilihat dalam hal :
a.      Turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya,
b.      Terlibat dalam pemecahan masalah,
c.    Bertanya kepada siswa lain atau kepada guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapi,
d.      Berusaha tahu mencari informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah,
e.      Melaksanakan diskusi kelompok sesuai dengan petunjuk guru,
f.      Menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperolehnya,
g.      Melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal yang sejenis,
h.     Kesempatan mengunakan atau menerapkan apa yang telah diperolehnya dalam menyelesaikan tugas atau persoalan yang dihadapinya.
6)  Interaksi guru siswa
Interaksi guru siswa berkenaan dengan komunikasi atau hubugan timbal balik atau hubungan dua arah antara siswa dan guru dan atau siswa dengan siswa dalam melakukan kegiatan belajar mengajar, hal ini dapat dilihat :
a.     Tanya jawab atau dialog antara guru dengan siswa atau antara siswa dengan siswa,
b.   Bantuan guru terhadap siswa yang mengalami kesulitan belajar, baik secara individual maupun secara kelompok,
c.      Dapatnya guru dan siswa tertentu dijadikan sumber belajar
d.      Senantiasa beradanya guru dalam situasi belajar mengajar sebagai fasilitator belajar,
e.     Tampilnya guru sebagai pemberi jalan keluar manakala siswa menghadapi jalan buntu dalam tugas belajarnya, dan
f.      Adanya kesempatan mendapat umpan balik secara berkesinambungan dari hasil belajar yang diperoleh siswa.
7)  Kemampuan atau keterampilan guru mengajar
Kemampuan atau keterampilan guru mengajar merupakan puncak keahlian guru yang profesional sebab merupakan penerapan semua kemampuan yang telah dimilikinya dalam hal bahan pengajaran, komunikasi dengan siswa, metode mengajar, dll. Beberapa indikator dalam menilai kemampuan ini antara lain :
a.      Menguasai bahan pelajaran yang diajarkan kepada siswa
b.      Terampil berkomunikasi dengan siswa
c.       Menguasai kelas sehingga dapat mengendalikan kegiatan kelas
d.      Terampil mengunakan berbagai alat dan sumber belajar
e.      Terampil mengajukan pertanyaan, baik lisan maupun tulisan
8)  Kualitas hasil belajar yang diperoleh siswa
Salah satu keberhasilan proses belajar-mengajar dilihat dari hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Dalam hal ini aspek yang dilihat antara lain :
a.  Perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku siswa setelah menyelesaikan pengalaman belajarnya.
b.      Kualitas dan kuantitas penguasaan tujuan instruksional oleh para siswa.
c.     Jumlah siswa yang dapat mencapai tujuan instruksional minimal 75 dari jumlah intrusional yang harus dicapai.
d.      Hasil belajar tahan lama diingat dan dapat digunakan sebagai dasar dalam mempelajari bahan berikutnya.

Kriteria yang telah dijelaskan paling tidak dapat dijadikan pegangan oleh para penilai proses belajar mengajar agar supaya memperbaiki proses belajar mengajar dapat ditentukan ebih lanjut. Dari kriteria tersebut penilai dapat melihat bagian-bagian mana yang telah dicapai untuk kemudian dilakukan tindakan upaya memperbaikinya. Sekalipun kriteria tersebut masih umum sifatnya, para penilaian dapat dengan mudah mengembangkan dan menjabarkannya lebih lanjut sesuai dngan bidang studi atau diajarkanya. Hal ini penting mengingat setiap mata pelajaran atau bidang studi memiliki beberapa karekteristik tertentu, baik dalam hal tujuan, bahan, metode mempelajarinya, maupun sistem penilaiannya.

Penilaian terhadap aspek atau dimensi setiap komponen belajar mengajar, memerlukan sumber informasi atau sumber data dari berbagai pihak, terutama dari yang terlibat dalam kegiatan belajar-mengajar. Sumber data yang diperlukan pada umumnya berasal dari tiga kelompok yakni :
a.    Tenaga kependidikan, terutama guru, wali kelas, tenaga pembimbing dan kepala sekolah.
b.     Siswa itu sendiri.
c.     Para orang tua siswa.

Ada beberapa tekhnik untuk memperoleh data dan informasi mengenai proses belajar-mengaja, yakni antara lain :
a.      Kusioner dan wawancara,
b.      Observasi atau pengamatan,
c.      Skala,
d.      Studi kasus,
e.      Sosiometri,

Penilaian terhadap proses belajar-mengajar bertujuan agak berbeda dengan tujuan penilaian hasil belajar. Apabila penilaian hasil belajar lebih ditekankan pada derajat penguasaan tujuan pengajaran (instruksional) oleh para siswa, maka tujuan penilaian proses belajar-mengajar lebih ditekankan pada perbaikan dan pengoptimalan kegiatan belajar- mengajar itu sendiri, terutama efesiensi keefektifan-produktifitasnya.

Dari penjelasan diatas, ada beberapa hal yang masih mebingungkan bagi penulis. Diantaranya:
1.      Kita tau dalam pembelajaran ada penilaian proses dan ada penilaian hasil, yang penulis ingin tanyakan apa perbedaan keduapenilaian tersebut?
2.      Dalam pembelajaran sains terutama fisika dan biologi, penilaian proses seperti apa yang pembaca akan lakukan? Dalam hal ini instrumen apa yang sebaiknya akan digunakan?
3.      Kadang dalam proses pembelajaran guru agak sulit mengerjakan penilaian proses. apakah boleh guru meminta bantuan orang lain dalam pelaksanaan ini? Siapa saja yang terlibat dalam penilain proses ini?

Komentar

  1. Menyikapin pertanyaan no 1.?
    Perbedaan nya Penilaian proses dilaksanakan saat proses pembelajaran berlangsung. Dan sedang kan penilaian Hasil proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu. Hal ini mengisyaratkan bahwa objek yang dinilainya adalah hasil belajar siswa.

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum wr.wb
    Saya mencoba menanggapi pertanyaan no 1.
    Penilaian proses dilaksanakan saat proses pembelajaran berlangsung. Penilaian proses merupakan penilaian yang menitikberatkan sasaran penilaian pada tingkat efektivitas kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran.
    Sedangkan penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu dan hasil merupakan puncak dari pembelajaran. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Sedangkan dari sisi guru, hasil belajar merupakan saat terselesikannya bahan pelajaran.
    Terima kasih

    BalasHapus


  3. Menanggapi pertanyaan no 1.

    Mengenai perbedaan penilaian proses dan penilaian hasil.

    Penilaian proses dilaksanakan saat proses pembelajaran berlangsung. Penilaian proses merupakan penilaian yang menitik beratkan sasaran penilaian pada tingkat efektifitas kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran.
    Penilaian proses belajar mengajar menyangkut penilaian terhadap kegiatan guru, kegiatan siswa, pola interaksi guru-siswa dan keterlaksanaan proses belajar mengajar.

    sedangkan penilaian hasil adalah proses pemberian nilai terhadap hasil hasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu. Penilaian hasil belajar menyangkut hasil belajar jangka panjang dan jangka pendek.

    BalasHapus
  4. terima kasih artikelnya. sya akan menjawab pertanyaan nomor 2
    penilaian proses seperti apa yang pembaca akan lakukan? Dalam hal ini instrumen apa yang sebaiknya akan digunakan?
    dari artikel diatas kita tau penilaian proses belajar-mengajar lebih ditekankan pada perbaikan dan pengoptimalan kegiatan belajar-mengajar itu sendiri, terutama efesiensi keefektifan-produktifitasnya. disini penilaiannya lebih menitik beratkan kepada guru. sehingga sebagai guru harus mempunyai buku penilaian tersendiri. sebagi alat intrumen evaluasi pembelajaran

    BalasHapus
  5. Menanggapi pertanyaan nomor 1. Sederhanya, penilaian proses dilakukan saat proses belajar mengajar sedang berlangsung. Penilaian proses bisa dilakukan seorang guru terhadap peserta didiknya saat sedang mengerjakan tugas tertentu, atau dilakukan oleh pihak lain terhadap guru saat sedang mengajar. Sedangkan penilaian hasil biasanya dilakukan guru diluar proses belajar mengajar untuk mengetahui sejauh mana peserta didik menguasai pengetahuan, konsep, nilai-nilai dan keterampilan yang diajarkan oleh guru.

    BalasHapus
  6. Assalamualaikum wr wb..
    saya menanggapi pertanyaan no 2.
    Penilaian proses yang akan dilakukan yaitu penilaian yang dilakukan pada saat proses kegiatan belajar mengajar. Dimana yang menjadi pusat perhatian penilaian proses belajar adalah tingkat efektivitas proses kegiatan belajar dalam mencapai tujuan pengajaran. Penilaian keterampilan proses pada pembelajaran sains dasar meliputi observasi, inferensi, melakukan pengukuran, menggunakan bilangan, klasifikasi, komunikasi, dan prediksi.
    Penilaian proses dapat dilakukan dengan menggunakan 2 Jenis Instrumen penilaian, yakni menggunakan instrument yang berupa tes dan nontes.

    BalasHapus
  7. Asslamualaikum wr.wb
    saya akan mencoba mengomentari pertanyaan no 3 yg dimana pertanyaanya yaitu Kadang dalam proses pembelajaran guru agak sulit mengerjakan penilaian proses. apakah boleh guru meminta bantuan orang lain dalam pelaksanaan ini? Siapa saja yang terlibat dalam penilain proses ini ?
    baiklah kalau menurut saya, guru tidak boleh meminta bantuan orang lain didalam penilaian proses (Kecuali mengenai cara penerapan penilaian tersebut ataupun hal2 teknis lainnya), disini saya tekankan lagi bahwa Penilaian proses merupakan penilaian yang menitik beratkan sasaran penilaian pada tingkat efektifitas kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran.
    Penilaian proses belajar mengajar menyangkut penilaian terhadap kegiatan guru, kegiatan siswa, pola interaksi guru-siswa dan keterlaksanaan proses belajar mengajar, sedangkan penilaian hasil belajar menyangkut hasil belajar jangka panjang dan hasil belajar jangka pendek. dan juga menurut saya hal tersebut sudah masuk ke ranah penilaian internal yang dimana hal tersebut adalah penilaian yang direncanakan dan dilakukan oleh guru pada saat proses pembelajaran berlangsung.

    dan berbicara yang terlibat didalam proses penilaian ini yaitu, guru dan siswa itu sendiri.
    trimakasih
    wassalamualaikum wr.wb

    BalasHapus
  8. menanggapi pertanyaan no 1
    Penilaian proses dilaksanakan saat proses pembelajaran berlangsung. Penilaian proses merupakan penilaian yang menitikberatkan sasaran penilaian pada tingkat efektivitas kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran. Penilaian proses belajar mengajar menyangkut penilaian terhadap kegiatan guru, kegiatan siswa, pola interaksi guru-siswa dan keterlaksanaan proses belajar mengajar.

    sedangkan penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu. Hal ini mengisyaratkan bahwa objek yang dinilainya adalah hasil belajar siswa. Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian luas mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotorik.

    BalasHapus
  9. Penilaian proses dilaksanakan saat proses pembelajaran berlangsung. Penilaian proses merupakan penilaian yang menitikberatkan sasaran penilaian pada tingkat efektivitas kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran.
    Sedangkan penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu. Hal ini mengisyaratkan bahwa objek yang dinilainya adalah hasil belajar siswa.

    Salam
    Agung Laksono

    BalasHapus
  10. Penilaian proses dapat dilakukan pada saat pembelajaran sedang berlangsung dengan teknik pengamatan dan portofolio atau dengan cara lain, sedangkan penilaian hasil dilakukan pada akhir pembelajaran atau akhir semester dan biasanya nya menggunakan butir soal baik ganda maupun essay.

    BalasHapus
  11. saya akan menanggapi pertanyaan sdri.Ranti yaitu apa perbedaan penilaian proses dengan penilaian hasil?
    menurut saya, penilaian proses dilakukan saat kegitan pembelajaran sedang berlangsung yang bertujuan untuk melihat efektivitas dan efisiensi dari KBM tsb, sedangkan penilaian hasil dilakukan setelah pembelajaran terjadi, penilaian ini bisa berupa Ulangan akhir Bab, Ujian mid semester atau ujian akhir semester.

    terima kasih

    BalasHapus
  12. Saya akan menanggapi petanyaan nomor satu, perbedaannya adalah penilaian proses dilaksanakan saat proses pembelajaran berlangsung. penilaian proses merupakan penilaian yang menitikberatkan sasaran penilaian pada tingkat efektivitas kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran. penilaian hasil adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu. Penilaian dan pengukuran hasil belajar dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar, terutama hasil belajar kognitif berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran sesuai dengan tujuan pendidikan dan pengajaran.

    BalasHapus
  13. Assalamualaikum, terima kasih atas ulasan materi yang dibagikan. Saya akan menanggapi pertanyaan pertama. Menurut saya Penilaian proses merupakan penilaian yang menitikberatkan sasaran penilaian pada tingkat efektivitas kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran. Penilaian proses belajar mengajar menyangkut penilaian terhadap kegiatan guru, kegiatan siswa, pola interaksi guru-siswa dan keterlaksanaan proses belajar mengajar. Sementara Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran.

    BalasHapus
  14. menanggapi pertanyaan no 3, Dalam pembelajaran sains terutama fisika dan biologi, penilaian proses seperti apa yang pembaca akan lakukan? Dalam hal ini instrumen apa yang sebaiknya akan digunakan?...... pada penilaian proses ini saya melihat proses dengan strategi yang kita terapkan dalam pembelajaran, artinya proses terjadi dengan baik apabila sintaks dari strategi tersebut terlaksana dengan tertib, kemudian instrumen yang bisa digunakan adalah lembar observasi gruru dalam proses pembelajaran.

    BalasHapus
  15. saya akan mencoba menjawab pertanyanaan nomor 3 dimana pertanyaannya Kadang dalam proses pembelajaran guru agak sulit mengerjakan penilaian proses. apakah boleh guru meminta bantuan orang lain dalam pelaksanaan ini? Siapa saja yang terlibat dalam penilain proses ini?

    seperti yang kita ketahui penilaian proses menyangkut penilaian terhadap kegiatan guru, kegiatan siswa, pola interaksi guru-siswa dan keterlaksanaan proses belajar mengajar.
    menurut saya pandangan saya, boleh saja guru meminta bantuan org lain. karna salah satu proses penilaian proses yaitu penilaian kegiatan guru, saya rasa tidak efektif jika guru menilai dirinya sendiri.
    dan siapa saja yang terlibat , guru, siswa, dan penilai (org yg membantu menilai) terimakasih.

    BalasHapus
  16. saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 3. Kadang dalam proses pembelajaran guru agak sulit mengerjakan penilaian proses. apakah boleh guru meminta bantuan orang lain dalam pelaksanaan ini? Siapa saja yang terlibat dalam penilain proses ini?
    menurut saya boleh,karna dalam penilaian proses pbm harus dinilai orang lain agar hasilnya lebih optimal, tidak efektif saja jika guru menilai dirinya sendiri, mungkin yg bisa trlibat dalam proses penilaian guru yg berpengalaman atau bisa juga siswa. terimakasih ^_^.

    BalasHapus
  17. mencoba jawab pertanyaan nomor 1 apa perbedaan penilaian proses dan penilaian hasil?
    penilaian proses dilaksanakan saat proses pembelajaran berlangsung, dan merupakan penilaian yang menitikberatkan sasaran penilaian pada tingkat efektifitas kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran. penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran.

    BalasHapus
  18. Yerimah kasih ulsannya . Sya mencoba menanggapi pertayaan no 3. Boleh saja meminta bantuan orang lain untk penilaian proses . Tpi d sni hanya untk pelajran yg kita ajarkan. Cnthnya biologi. Kita bisa memnta anak. Untk mengetahui bgaimana proses tman sbngku atau ktua klasnyam ttntu masing2 anak didik pnya penilaian yg tnpa kita sdari. Dan disini jga kita bisa menilai sikap anak slain mengetahui proses nya..
    Sekian..

    BalasHapus
  19. Perbedaan penilaian proses dan oenilaian hasil, penilaian proses dilakukan saat proses pembelajaran berlangsung, penilaian yg berfokus pada keefektifan kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai sebuah tujuan oembelajaran sedangkan oenilaian hasil yaitu sebuah proses pemberian nilai pada hasil-hasil belajar yang dicapai siswa sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil belajar merupakan dampak dari proses pengajaran.

    BalasHapus
  20. Assalamualaikum
    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1. Penilaian proses dilakukan pada saat proses kegiatan belajar mengajar. Sedangkan penilaian hasil adalah akumulasi dari semua penilaian selama proses KBM. Biasanya penilaian hasil adalah tolak ukur untuk mengetahui kemampuan siswa. Karena nilai hasil akan dicantumkan di rapor.

    BalasHapus
  21. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1 yaitu Kita tau dalam pembelajaran ada penilaian proses dan ada penilaian hasil, yang penulis ingin tanyakan apa perbedaan kedua penilaian tersebut? menurut saya penilaian proses dilaksanakan pada saat proses belajar mengajar terjadi pada siswa dari menemukan, mencari tahu, menyimpulkan hingga mengomunikasikan nya sedangkan penilaian hasil adalah hasil dari penilaian proses tersebut

    BalasHapus
  22. menanggapi pertanyaan nomoer 2, Dalam pembelajaran sains terutama fisika dan biologi, penilaian proses dapat menggunakan instrumen rubrik penilaian diri untuk guru dimana guru menilai sejauh mana dia mengikuti sintaks2 yang ada, kemudian dapat menggunakan angket yang dibagikan kepada siswa untuk mengevaluasi sejauh mana kepuasan mereka terhadap metode, model dan gaya pembelajaran dan hasilnya dapat dijadikan pedoman bagi guru untuk penge,mbngan proses pembelajaran berikutnya, terimakasih

    BalasHapus
  23. penilaian proses dilaksanakan saat proses pembelajaran berlangsung. Penilaian proses merupakan penilaian yang menitik beratkan sasaran penilaian pada tingkat efektifitas kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran yang mana menyangkut penilaian terhadap kegiatan guru, kegiatan siswa, pola interaksi guru-siswa dan keterlaksanaan proses belajar mengajar, sedangkan penilaian hasil belajar menyangkut hasil belajar jangka panjang dan hasil belajar jangka pendek.yang biasanya dilakukan dengan ulangan harian, tengah semester, dan akhir semester.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN KHAS SAINS Pembelajaran suatu kegiatan yang dirancang oleh guru agar siswa melakukan kegiatan belajar, untuk mencapai tujuan atau kompetensi yang diharapkan . dalam merancang kegiatan pembelajaran ini, seorang guru semestinya memahami karakteristik siswa, tujuan pembelajaran, yang ingin dicapai atau kompetensi yang harus dikuasai siswa, materi ajar yang akan disajikan, dan cara yang digunakan terus mengemas penyajian materi serta penggunaan bentuk dan jenis penilaian yang akan dipilih untuk melakukan pengukuran terhadap ketercapaian tujuan pembelajaran atau kompetensi yang telah dimiliki siswa.             Berkaitan dengan cara atau metode apa yang akan dipilih dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran , seorang guru harus terlebih dahulu memahami berbagai pendakatan, strategi, dan model pembelajaran. Pemahaman tentang hal ini akan memberikan tuntutan kepada guru untuk dapat memilah , memilih, dan...
MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF A.   MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Model pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dan pengalaman didunia nyata siswa,lalu mendorong siswa menghubungkan antara pengetahuan yang dimiliki dan penerapannya dala kehidupan sehari-hari. Pembelajaran kotekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan yang terkait dengan dunia nyata keidupan siswa, sehingga akan terasa manfaat dari materi yang kan disajikan, sehingga memunculkan motivasi belajar dan membuat pemikiran siswa menjadi kongkret dan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Prinsip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa, mereka melakukan lalu memahami, tidak hanya menonton danmencatat dan mengembangkan kemampuan berfikir dan sosial siswa. Ada 5 karakteristik penting dalam proses pembelajaran pendekatan kontekstual, diantaranya 1. pembelajaran mer...